Flower Boy Ramyun Shop

Episode 1 “For Whom The Bell Tolls”
Musik mengalun merdu. Didalam pesawat terbang, seorang wanita cantik yang memperhatikan dengan detil seorang pria ganteng terlihat berkilauan dimatanya. Percakapan dimulai dalam bahasa Inggris menyapa sopan: “selamat pagi”, cowok ganteng Cha Chi-soo(Jung Il Woo) yang tahu ia sedari tadi perhatikan wanita ini menyapanya.
Pembicaraan pun mengalir tentang kota di Manhattan, 3 tahun pria itu di sana, dan tentang makanan yang enak. Si wanita terus bercerita sedang Chi-soo  ganteng ini melempar senyum yang begitu menawan berkata “Cantiknya. Bibirmu.” yang membuat siwanita tak bisa berkata apa-apa.

Cha Chi-soo sangat senang sudah dibandara, tapi tiba-tiba matanya tertuju pada 3 pria berpenampilan seperti bodygard yang clingukan mencari seseorang, yang diketahuinya adalah suruhan dari ayahnya untuk membawanya pulang. Segera ia menghindar dan menaiki mobil wanita yang digodanya di dalam pesawat. ‘‘aku akan turun... di rumahmu’’ yang membuat si wanita tertawa senang. Setiba di rumah Chi-soo hendak keluar wanita itu sudah berganti pakaian dengan gaun tidur heran kenapa ia mau pergi. Dengan santai Cha Chi-soo berkata “jangan berhubungan denganku.. Kau pasti akan menghadapi kesulitan” mengedipkan mata sambil berlalu.
Disebuah cafe, Chi-soo dikelilingi teman-temannya yang semua juga begitu menawan membuat wanita tergoda. Dia meminta bantuan temannya agar tidak dapat ditemukan ayahnya, mereka menyarankan untuk bersama temannya yang lain Hyun Woo yang tidak ada bersama mereka.


 
Ditempat lain, Yang Eun Bi, 25 tahun, terlihat acak-acakan, belajar dalam persiapan ujian PNS (gosi) menjadi guru dengan serius, merasa terganggu dengan kemesraan sepasang kekasih, hendak melabrak mereka tetapi akhirnya malah tersenyum. Kemudian mencari peruntungannya ke seorang peramal. Dalam ramalan tersebut dia harus menjaga emosinya, dan takdirnya akan bertemu pria yang menjadi pasangannya bila dentang bel terdengar. Eun Bi marah, karena dia sudah mempunyai pacar.  
Cha Chi-soo masih dikejar suruhan ayahnya. Diatas jembatan penyebrangan dia terdesak dan akhirnya lari dikeramaian. Eun Bi masuk ke dalam toilet sambil merenungkan perkataan peramal bahwa ia akan bertemu takdirnya. Saat ia mau keluar dari toilet tiba-tiba masuk Chi-soo ke dalam toilet dan menutup pintu untuk bersembunyi. Eun Bi terkejut dan berteriak-teriak, karena takut ketahuan Chi-soo mendekatkan wajahnya ke wajah Eun Bi seakan menciumnya yang membuat Eun Bi tergagap dan menutup matanya menunggu dicium tetapi Chi-soo hanya berkata kalau tahi lalat di pipinya cantik, kemudian keluar.
Eun Bi terkesima dan memanggilnya, hei! Tanpa berkata apa-apa. Chi-soo menoleh dan menyadari kalau toilet itu untuk wanita. “Aku salah ruangan. Ops.. tapi mengapa kau menutup matamu?” Katanya sambil mengedipkan mata yang membuat Eun Bi bengong menatap kepergian Chi-soo. (Kalau aku mungkin dah lempar sama gayng tuh cowok!)
Dirumah, teman sekamarnya Kang Dong Ju yang adik tingkatnya, mengatakan untuk tidak percaya ramalan itu. Jangan percaya ramalan bodoh itu.
“Banyak orang berciuman tapi apa ditakdirkan menjadi pasangan. Apalagi di malam Natal lonceng terdengar dimana-mana”.
Eun Bi masih bertanya, “Tapi bila bertemu pria ditempat yang tidak biasa?” Kata Dong Ju “Apakah kau bertemu pria cabul di toilet Noryangjing? Tahun lalu ia mengganggu wanita lain juga”.
Eun Bi kaget. “Kau memang selalu kurang beruntung dengan pria” Dong Ju menambahkan.
Kang Dong Ju teman sekamarnya, cantik dan telah menjadi guru SMA selalu dikejar para pria. Sudah 7 kali mengenakan cincin pertunangan yang berbeda membuat Eun Bi iri tanpa disadari menumpahkan makanan ke pakaian Dong Ju yang membuat Dong Ju marah.
Ayah Cha sung mendapat laporan bahwa anaknya tidak diketahui tempatnya, memerintahkan sekretarisnya untuk mencari lagi anaknya.
Di tempat kursus Chi-soo menutupi wajahnya dengan koran tetapi malah menjadi tontonan siswa lain. Dia tidak perduli dan menunggu temannya Hyun Woo, yang bekerja paruh waktu untuk membayar hutang ayahnya 270 juta won, membuatnya membenci ayahnya. Chi-soo menawarkan bantuan 300 juta won, teman kaya yang baik hati!

Pagi harinya, Eun Bi melihat wajahnya membengkak karena makan mi ramen dan berencana menjemput pacarnya yang akan keluar dari wajib militer. Dan meminjam pakaian Dong Ju menemui pacarnya. Diterminal dia tidak menemukan pacarnya. Eun Bi berdiri diluar rumah pacarnya, dan membayangkan ciuman pertamanya dengan sang pacar, tetapi tiba-tiba muncul wajah pria ‘cabul’ di toilet! Chi-soo yang menggodanya.
Pagi hari, Chi-soo tiba di kantor Cha Sung, perusahaan keluarganya, dan dibawa ke ayahnya. Ayah yang marah segera menyuruh sekretarisnya untuk menyeret Chi-soo pergi, menempatkannya di pesawat, kurung di asrama dan pastikan tidak bisa keluar.
Chi-soo mengatakan dia bukan anak kecil lagi dan bahwa ia dapat hidup sendiri. Ayahnya yang mengirimnya ke Amerika Serikat karena Chi-soo tidak ingin ikut wamil, dan ketika Chi-soo mengatakan ingin menjadi musisi ayahnya bahkan membuat sebuah band.
 Chi-soo berusah meluluhkan hati ayahnya Presdir Cha. Tapi ayahnya menatap sekretarisnya  untuk petunjuk dan mendapat gelengan kepala. Presdir Cha pun tidak setuju, kau harus pergi ke AS!
Segera Chi-soo merangkul Ayah dan meraung menyedihkan, "Saya tidak bisa kembali ke sana, Ayah! Apakah Anda tahu bagaimana menakutkan? Cukup sulit untuk memesan hamburger dalam bahasa Inggris, tapi mereka ingin saya untuk menulis dalam bahasa Inggris! Dan harus membacanya!"
Ya, ampun... cowok ganteng tapi merengek manja seperti anak-anak yang minta permintaannya dikabulkan.
Tapi Presiden Cha tetap tidak mau, jadi Chi-soo mencoba pura-pura sakit. Dan benar saja, ayah luluh hatinya, Chi-soo bisa tinggal di Korea. Tapi dia harus pergi ke sekolah, dan belajar. Cowok manja ga bisa belajar serius....

Chi-soo menghubungi temannya untuk menemukan seorang gadis, So Yi, yang berjanji bertemu di festival sekolah. Eun-bi di sini juga berencana bertemu dengan pacarnya, meninggalkan pesan di ponsel, tetapi tidak dijawab.
Saat sibuk bertelefon Eun-bi menabrak So yi dan meminta maaf berulang-ulang, tapi So-yi sangat berlebihan menyesal sehingga orang-orang menyalahkan Eun Bi.
Eun-bi duduk minum soju beras dan melihat Chi-soo di meja yang berdekatan.
“Ia pria cabul kamar mandi, tapi yang memuji tahi lalat di wajahku”. Pikir Eun Bi dan berharap Chi Soo mengenalinya. Bercakapan dimulai dengan menanyakan persiapan ujian. Yang dijawab Chi soo semua orang mengharapkan dia lulus. Eun Bi mengira Chi soo sama seperti dia yang mengikuti ujian PNS.
Dia berbicara tentang menghindari tes tahun depan karena shionya akan sial. Bertanya pada Chi soo apa shionya ayam jantan yangberarti  lebih tua enam tahun, karena Eu bi menghitung keatas dari umurnya. Dia tertegun: "Kau sangat muda." Dengan asumsi, tentu saja, bahwa dia 31. Ga nyadar dia yang lebih tua.
Tiba-tiba Eun bi melihat pacarnya dengan gadis lain. Dia patuh menegaskan kebenaran, bahwa ia kencan gadis ini untuk sementara waktu, bahkan kembali ketika ia dengan Eun bi.

Eun bi menerima putusan pacarnya dan berjalan pergi dengan tenang, sampai gadis itu membuat komentar yang menusuk Eun bi menyebabkannya sadar.
Diangkatnya balon air, dan melemparkan tepat ke wajah gadis itu. "Aduh hidungku, baru dioperasi” Wah, kebiasaan cewek Korea oplas wajah.. Banyak orang menonton termasuk Chi-soo tertawa.
Mantannya berkata “mengapa begitu setia, bodoh menunggu aku?” wah ni cowok pengennya diselingkuhi.. Eun-bi menjawab dia sudah punya pacar, langsung menuju mobil Chi-soo. Ide yang salah - dia benar-benar mendapat pacar baru. Minta Chi-soo langsung berangkat tanpa tanya.
Cewek yang dilempar balon air tidak terima dan membalas melempari mobil Chi-soo dengan balon air.
ditengah jalan Chi soo menurunkan Eun bi yang menangis mengingat pacarnya menambah kejengkelan Chi soo.
Eun-bi pulang memarahi dirinya sendiri karena bodoh, kemudian melotot ke Dong-Joo yang berbicara dengan mesra ke beberapa pria. Kesal dengan dirinya sendiri karena naif untuk memiliki perasaan romantis, dan membuang semua jejak mantan.
Paginya, Eun-bi mendapat kata-kata nasihat dari teman sekamarnya. Jika ia melewati ujian pelayanan sipil masa depannya akan terbuka.
Eun-bi menarik nafas merasakan kesejukannya. Di sebuah kafe memerhatikan pria-pria disana dan memberi poin. Tatapannya mendarat di tiga teman - teman Chi-soo - yang dicap playboy, mereka mengedipkan mata, Eun bi tersedak, 3 pria tampan mengedipkan mata!
Di jalan bertemu Chi-soo yang terlihat orang kantoran dengan kemeja putihnya, dan Eun bi minta maaf, tapi Chi soo mengatakan padanya bahwa dia lebih suka tidak memikirkan masa lalu, dan dia memberinya poin 88. Lalu Ci soo bilang dia akan ke Cha Sung – dikira Eun bi seorang karyawan perusahaan, mengenakan jas dan dasi? Skornya naik 93 poin. Yang bekerja penuh waktu di perusahaan konglomerat. Dia menjawab, "Yah, aku harus jika ingin uang bensin." Di pikiran Eun bi "Pria mapan finansialnya berusia tiga puluhan,"langsung 96 poin. Kekekeke....Terakhir ditanya apa sudah ikut wajib militer, yang dijawab tidak harus ikut karena lahir di Amerika." 100 yang sempurna!
Pria idaman dengan nilai 100 harus dipertahankan!
Mengakrabkan diri memanggil"oppa." Eun-bi ditarik Chi soo kepelukannya karena tiba-tiba ada motor yang melintas dan bel sekolah yang berdentang.
Chi soo bertanya apakah dia baik-baik saja, dan dia mendesah, terjebak dalam momen romantis, "Tidak, aku tidak apa-apa." Mengingat saran Dong-joo, Eun-bi bertanya, "Apakah kamu ingin berkencan denganku, Oppa Atau tidak, terserah. "
Saat itu, seseorang berteriak nama Chi-soo, berdiri empat cowok, mengenakan seragam sekolah, melambai dia. Chi-soo menjawab dengan tersenyum, "Aku suka bagian Oppa, tapi tidak dengan kencan." Membuat Eun bi terkejut plus bengong mungkin dikit malu..
Sekarang dia memakai jaketnya, dia tidak mengenakan setelan bisnis, itu mah seragam sekolah tinggi.
Chi soo mengedipkan mata dan menyeringai puas. Eun-bi menyadari, "Bukan Perusahaan Cha Sung... tapi Sekolah Cha Sung?" Haaa........



Tidak ada komentar: