Film Indonesia: Atambua 39 drajat celcius

 Film ini mengisahkan pertemuan keluarga antara bapak, anak, dan seorang perempuan. Yang telah berpisah dalam waktu yang cukup lama, sekaligus memotret kehidupan kota Atambua setelah penentuan pendapat rakyat Timor Timur setelah referendum 1999.

Sinopsis Lengkap:
Joao telah terpisah dari ibunya sejak berusia tujuh tahun. Ia dibawa eksodus ayahnya pindah ke Atambua setelah referendum 1999, sementara ibu dan dua adiknya yang masih bayi tinggal di Liquica, Timor Leste.

Ronaldo, ayahnya, kini bekerja sebagai supir bis antar kota. Ia sering mabuk sampai akhirnya dipecat dari pekerjaan. Satu hari gadis Nikia kembali ke Atambua untuk menyelesaikan ritual duka kematian kakeknya.

Joao yang biasa menghabiskan waktu menjadi tukang ojek dan bermalasan bersama teman-teman remajanya berganti ritual mengikuti Nikia. Joao tidak terlalu paham mengapa.

Perlahan Nikia mulai membuka hati pada Joao, sampai suatu hari Joao menunjukkan perasaannya dengan cara yang memaksa. Nikia pun pergi meninggalkan Atambua.

Sementara, Ronaldo berkelahi di sebuah tempat bilyar hingga ia ditahan di kantor Polisi. Joao menebus ayahnya keluar dari tahanan, kemudian pergi untuk mencari Nikia.

Ronaldo pulang ke rumah yang kosong dan menemukan kumpulan surat dalam bentuk kaset-kaset rekaman suara istrinya. Joao mencoba menebus kesalahannya – akankah Ronaldo mengikuti? 
 
Produser Mira Lesmana, sutradaradan penulis naskah: Riri Riza.
Pemain: Gudino Soares, Petrus Beyleto, Putri Moruk

Drama yang tayang perdana di Tokyo International Film Festival tersebut disutradarai dan ditulis naskahnya oleh Riri Riza yang telah sukses dengan PETUALANGAN SHERINA, LASKAR PELANGI dan SANG PEMIMPI.

Tidak ada komentar: