Flower Boy Ramyun Shop : Episode 3

Episode 3  "Kembalinya si Gadis Hot Pemarah " 
Ada banyak kelucuan yang terjadi di episode ini... Adanya Jung Il-woo dengan karakter si manja penggoda guru sebagai Chi-soo sudah membuat cerita ini menarik dan plus dengan munculnya Lee Ki-woo sebagai ‘suami’ Eun-bi karena perjanjiannya dengan ayah Eun-bi. Dia dijuluki si ‘tiang’ karena tubuhnya memang tinggi menjulang karakter lebih tenang dan suka tidur yang membuat cerita semakin ramai, lucu dan tentu saja menarik..




Setelah mencium dahi Eun-bi, Chi-soo memperingatkan Eun-bi untuk tidak menggangu urusannya atau dia akan mengencaninya... Itu mah, bukan ancaman. Pasti tidak ada  yang menolakmu, Chi-soo. Dia meninggalkan gym dan berjalan ke teman-temannya, dan bilang dia sudah “menyingkirkan sesuatu” sambil mengelap bibirnya bekas kecupan di dahi Eun-bi. (Ih.. kesannya dia jijik loh.)  

Dong-Joo berlari menemui Eun-bi di gym yang masih shock dan dia mendesaknya ke rumah sakit. Eun-bi pun setuju: “Mungkin benar, ada sesuatu yang salah padaku kan? Ya, ayo kita ke rumah sakit mana?”
Dong-Joo: “Apa yang kau katakan, Ayahmu ada di rumah sakit sekarang! ”

Sesampai di sana, Eun-bi menemukan Ayam Gila (Ba-wol) menangisi seseorang yang wajahnya dibalut perban. Eun-bi memukul kepala Ba-wol: "Itu bukan ayahku, bocah tengik !" Hahaha... Ternyata ayah lengannya patah dan digips. 

 Kembali ke dalam pesawat, terulang lagi adegan pertama, musik yang sama dan kilauan cahaya yang sama seperti saat Chi-soo dipesawat. Eh, wanita yang sama pula, yang main mata dengan Chi-soo dan sekarang kepada penumpang lain. Perbincangan dalam bahasa Jepang.    Dia bernama Choi Kang-hyuk (Lee Ki-woo), yang memperkenalkan diri dengan sopan. Nah, si wanita ini mengeluh tentang dia bepergian sendirian dan hidupnya kesepian. Ada noda makanan di bibirnya. (Cantik tapi makan blepotan.. walah!)  Kang hyuk menunjuk bibirnya, dan si wanita bertanya, "Apakah kau akan berkata bibirku seksi?"

Kang-hyuk dengan santainya melap noda saus dibibir wanita itu dengan tangannya,dan eh dia menjilat saus itu " Aku bilang bibirmu hangat, bukan cantik. Ah, saus ini kurang enak rasanya.”

Eun-bi duduk-duduk minum dengan Dong-joo didekat rumahnya. Tapi kemudian Dong-joo masuk kedalam toko tapi seseorang menabraknya, pria menawan dengan postur tinggi Kang-hyuk. Eun-bi mengingat kejadian di gym sekolah apakah Chi-soo hanya bermain-main dengannya. Melepaskan emosinya Eun-bi memasukkan koin di mesin mainan meninju, dan ternyata skor tinggi hanya dengan satu pukulan. Para pria yang ada disitu terkesan - begitu juga Kang-hyuk yang keluar dari toko menontonnya.

Kang-hyuk tiba di rumah sakit dan bertanya ruangan pasien tapi perawat meminta KTPnya. Tetapi KTP ada didalam tasnya yang berarti dia harus mengeluarkan isinya, membuat dia mengeluh lama-kelamaan dia tidur dilantai. Tentu saja ini membuat perawat kaget (dipikir dia sakit). Seseorang memencet hidungya membuatnya tersadar "Bos..."
Ternyata ayah Eun-bi. Ternyata Kang-hyuk adalah pemalas yang suka tidur, segera dia mau tidur di tempat tidur Ayah Eun-bi yang jadi pasien.  Ayah mengingatkan Kang-hyuk untuk menemui seseorang selagi dia di sini. Kang-hyuk mengerti yang dimaksud ayah adalah "istri"nya - "Apakah dia masih memiliki temperamen seksi?" (Sepertinya dia mengenal betul sifat Eun-bi.. yang dijodohkan waktu kecil).

Keesokan harinya Eun-bi berjalan ke sekolah, dia ingat saran Dong-Joo untuk tidak menanggapi serius tingkah siswa yang genit. Tapi ketika dari jauh melihat Chi-soo menuju sekolah, dia merunduk bersembunyi pintu gembang (bahkan bersujud... ya ampun takut betul ketemu Chi-soo).

Hari ini hari pertama dia yang guru olahraga mengajar dilapangan bermain basket, dan Eun-bi berubah seragam olahraga merah muda. Sayang sekali hanya dua yang siswa muncul di lapangan. Satunya Ba-wol dan lain tidak bisa bermain basket. Tapi tiba-tiba Chi-soo dan teman-temannya masuk. Sialan, padahal dia berharap mereka tidak hadir.

Ba-wol tidak senang dan menggeram di wajah Chi-soo. Eun-bi memulai permainan dan cepat mundur untuk menghindari interaksi lebih lanjut, tapi Chi-soo memintanya bergabung karena kekurangan pemain. Eun-bi melempar bola ke Ba-wol yang dijaga Chi-soo.  Dan berhasil memasukkan bola. Eun-bi dan Ba-wol menari kesenangan yang membuat Chi-soo jengkel.

Permainan berlanjut. Satu demi satu, para playboy membuat Eun-bi mengalihkan perhatiannya dalam melempar bola dengan memujinya dengan rayuan murahan. Semua rayuan teman-teman Chi-soo berhasil ditepisnya. Tapi kemudian Chi-soo memeluk pinggangnya ketika Eun-bi hendak lompat melempar bola "Tanganmu benar-benar kuat, tapi pinggangmu pasti pinggang wanita." Duk.. bola terlepas. KO... Dia lemas..
 
Dong-joo yang menonton menyadari Eun-bi mulai menjadi ‘manusia’ karena kebiasaannya yang selalu marah. Sedang pelatih volinya heran karena melihat Eun-bi menjadi sangat lemah.
Eun-bi ditegur oleh seorang guru karena membuat anak-anak berlatih di kelas olahraga. Sehingga dia suruh membersihkan gym. Eun-bi jengkel karena ketakutan guru itu ada pada dewa “Hwanung“ Chi-soo.  Selagi membersihkan Eun-bi mendengar teman-teman bertanya mengapa Chi-soo bersikeras ikut kelas olahraga hari ini, apakah dia tertarik pada guru itu? Eun-bi menguping pembicaraan mereka.

Tiba-tiba salah satu diantara mereka mengeluh karena diganggu seorang gadis lewat hp-nya. Chi-soo memberikan nasihat: "Katakan dia cantik"  Tapi Hee-gon tidak merasa dia cukup cantik, sehingga Chi-soo menambahkan, "Katakan padanya kalau tahi lalatnya cantik. Lalu,biarkan 5 detik kemudian cium keningnya, bukan bibir - dengan cara itu akan terlihat tulus. Dia pasti terdiam selama seminggu.” (ow..ow.. ada yang tersinggung....)

Kasihan Eun-bi. Tentu saja, karena dia sudah berfantasi konyol, tapi ternyata dia menjadi tertawaan. Dia mengikuti Chi-soo di lorong kelas dan memerintahkannya berhenti. Penuh dengan kemarahan, bola voli ada di tangannya Eun-bi melepas lencana gurunya dan memperingatkan bahwa dia akan menghitung sampai tiga dan memberikan satu pukulan, sehingga ia sebaiknya mempersiapkan diri. Chi-soo mengira dia menggertak. Bola diangkat dan di hantamkannya pas banget ke wajah Chi-soo. Eun-bi nyengir, puas. Semua siswa terperangah.Eun-bi memperingatkan untuk menghindari dirinya dari sekarang "Bahkan jangan berani menginjak bayanganku." Wuih.. gaya Eun-bi keren abizz membalas sikap Chi-soo yang mempermainkannya.

Chi-soo terkejut, ia marah mengangkat tangannya hendak memukul tapi tiba-tiba  tangannya dalam genggaman orang lain. Itu Kang-hyuk, mengatakan ia seharusnya tidak memperlakukan perempuan seperti ini, apalagi terhadap istriku" 
Eeeeeeee! Eun-bi terkejut begitu juga Chi-soo "istri???" tanya keduanya.
Kang-kyuk hanya tersenyum. Aih.. menawan mempesona.. wah perlu menenangkan diri satu menit nih. 
Kepala sekolah datang dan menanyakan keadaan Chi-soo takut terluka sedang Dong-joo menarik Eun-bi. Kepala sekolah menyuruhnya untuk pulang. Dia akan diberi tahu saat dewan sekolah memutuskan apakah dipecat atau tidak. 
Chi-soo diperiksa di rumah sakit, dia baik-baik saja dan dokter menyarankannya untuk beristirahat karena mendapat pukulan. Chi-soo keberatan dengan kata-kata dokter. 
Chi-soo meralat karena ia sendiri yang membuat dirinya terpukul bukan karena orang lain. 

Dia malu karena merasa siapapun tidak akan pernah dapat merobohkannya. Sehingga marah pada ayahnya yang mengulang-ulang kata ‘dipukul’ dan meminta untuk tidak memecat guru itu. (Mungkin maksudnya mau membalas guru itu).
  

Eun-bi duduk menemani ayahnya di rumah sakit dan ayah menebak dia dipecat. Eun-bi membantah dia hanya pulang kerja lebih awal. Ayah menyarankan kembali bermain voli. Eun-bi menjawab kalau voli tidak membayar untuk kebutuhannya dan dia tidak ingin hidup makan ramen; dia akan makan nasi. (Menurutnya ramen lebih murah daripada beras karena ramen pilihan orang miskin, tapi maksudnya dihubungannya dengan Ayah.) Eun-bi membenci karena ayahnya begitu mencintai toko ramennya. Ayah meminta Eun-bi membawakan ramen sebagai makan malamnya.


So-yi datang mengunjungi Chi-soo di rumah sakit, tapi Chi-soo masih kesal, dia sedang tidak mood. .Jadi ketika Ba-wol datang untuk mengunjungi ayah Eun-bi  Chi-soo menyuruhnya pergi dengannya. Dengan senang hati So-yi memanggil Ba-wol dan mengajaknya makan malam bersama, tetapi Ba-wol masih jengkel padanya karena So-yi mencampakkannya.
Ayah Eun-bi penasaran pada Chi-soo dan bertanya tentang pacarnya yang cantik. Meraba dadanya Chi-soo dan mengatakan Chi-soo adalah orang terlihat bagus di luar tapi kosong dan gurun seperti di dalam. Chi-soo menepis dengan jengkel. Ayah Eun-bi mencengkeram banjunya terengah-engah, dia sekarat, dan meminta sesuatu untuk menghidupkannya. Suatu energi, harus hangat. Dia mulai mengarahkan Chi-soo ke rumahnya, ke lemari kedua, pada rak pertama, dalam teko perak, ramen panas..Ternyata ayah tidaklah sekarat. Ini membuat Chi-soo habis kesabaran dan berjalan pergi, jengkel. Dari jauh melihat Ayah Eun-bi jatuh, kali ini yang sebenar-benarnya sekarat.

Ba-wol makan berdua dengan So-yi dan mendapatkan tawaran So-yi untuk mulai berkencan lagi. Dia tersenyum lebar, Tapi So yi menjelaskan kalau dia akan mengencani mereka berdua, Ba-wol dan Chi-soo.Menduakan secara terang-terangan... ya tentu saja Ba-wol marah besar pada So-yi.
  

Eun-bi akhirnya mengalah dan membawakan ramen pada ayah.di lift dia bertemu Chi-soo. Dia diam dan mengabaikannya, dan si Chi-soo pura-purat sakit leher. Dipikiran Chi-soo guru ini akan meminta maaf tentunya. Tapi ketika pintu lift terbuka Eun-bi langsung keluar, meninggalkan Chi-soo dengan pura-pura sakit. Chi-soo terkejut: "Kau tidak datang untuk meminta maaf? Aku tidak perlu tahu kenapa aku dipukul. Tapi kau kesini mau meminta maafkan?”     
Eun-bi tahu betapa harga dirinya harus digeser, dan dia tahu dia datang untuk meminta maaf. Tapi kemudian melintas ayahnya didorong masuk dengan para perawatyang cemas tampak Kang-hyuk di sisinya. Eun-bi secepatnya mengejar, tapi Chi-soo meraih tangannya Eun-bi melepaskan kantong ramen. Meninggalkan Chi-soo memegang kantong ramyun dan menganga kebingungan.


Eun-bi berdiri shock setelah dokter berlalu, sementara Dong-Joo memeluk menghiburnya. Ba-wol datang dengan teman-temannyasemua berpakaian hitam pemakaman. Chi-soo tidak percaya kalau Eun-bi berani mengabaikannya, dan merasa Eun-bi menyuruh Ba-wol meminta maaf menggantikannya,  tapi mereka melewatinya, bahkan tidak melihat dirinya. 

Chi-soo mengikuti mereka ke bagian pemakaman rumah sakit, dan terkejut melihat Ba-wol yang memberi penghormatan kepada Eun-bi, berpakaian hitam-hitam. Dan ketika melihat foto pemakaman, ia mengenal bapak yang menyukai ramen itu.
Chi-soo canggung pada Eun-bi, mencoba bersikap tidak peduli, mengoyang-goyangkan kantongan ramen. Eun-bi menyuruh membuangnya, karena ramen itu tidak bisa dimakan lagi. 
 Eun-bi dibangunkan karena tertidur di rumah duka. Dia di selimuti dengan jaket entah milik siapa. Ternyata itu milik Kang-hyuk yang menyelimutinya ketika dia tertidur.
  

Di kamar rumah sakit Chi-soo membuka kantongan ramen didalamnya mangkuk perak dinamai Eun-bi (julukan nya, Eun-nem-bi, juga berarti teko perak). Chi-soo melemparkannya ke tempat sampah, tapi kemudian memungutnya, membaca Toko Snack Eun-bi, dengan alamat dan peta dicetak. 


Malam itu, Eun-bi duduk sendirian di toko, makan ramen dan Soju untuk menghormati ayah yang  membawanya kembali pada kenangan lama. Dalam bayangan mata Eun-bi ayahnya ada didepannya melihat dengan sedih. "Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku sendirian ayah. Apakah ayah berdiri di sana sendirian?  "Maafkan aku, Ayah." 

Seorang pria di depannya, Eun-bi mendongakkan kepalanya melihat Ayah tersenyum padanya.  dia bertanya, "Ayah, kau tidak pergi? Maaf, aku salah. Aku tidak akan minum banyak lagi, atau menulis grafiti di mana saja.dan rokok itu benar-benar bukan milikku. Itu milik Dong-Joo. Jadi jangan tinggalkan aku sendirian. Aku salah, jangan tinggalkan aku. " 
Ayah mengatakan kepadanya, "Aku tidak akan pergi. Aku tidak akan meninggalkanmu"
Eun-bi memegang tangannya dan menangis dalam pelukannya... Haa....Ternyata itu Kang-hyuk, Eun-bi masih dalam kenangan ayahnya.

Eun-bi mendongak lagi pad Kang-hyuk, "Apakah kau benar-benar ayahku? Kenapa ayah terlihat muda?" 
Kang-hyuk menjawab dengan tersenyum lembut, "Tidak, aku bukan ayahmu. Aku suamimu "

Bingung, Eun-bi melirik dalam mabuk dan sedih," Suamiku ....?" 

Di ambang pintu ada Chi-soo yang melihat dengan ekspresi setengah terkejut.    
(bersambung)


Melihat Chi-soo diabaikan dan dilupakan Eun-bi atau Ba-wol merupakan cara terbaik baginya untuk disiplin, karena tidak seorangpun yang bersedia untuk mendisiplinkannya, bahkan ayahnya sendiri. Dia malah takut anaknya marah.
Kang-hyuk pria tampan tapi memiliki kelemahan, dia tidak sempurna. Dan kebiasaan yang membuatnya manis dan menawan. Dan sepertinya ada cinta segitiga.

t-t-thank you dramabean

Tidak ada komentar: