Flower Boy Ramyun Shop : Sinopsis Episode 2


EPISODE 2: "Legenda Hwanung  
Chi-soo mengedipkan mata dan daun Eun-bi terperangah di belakangnya. Dia bergabung pada keempat temannya untuk ke sekolah.
Katanya sih sengaja dibuat untuk nyaingi F4 dengan buat F5. Tetap sama, karena semua personil cakep and keren kok.
Mereka bertanya siapa gadis itu, Chi soo tertawa, berhasil menggoda guru magang ketika bel berbunyi. Chi-soo dengan gayanya menjawab "Hanya kotoran yang kuinjak waktu aku melangkah kemarin.". Ih, nih cowok sepele banget ya, padahal “kotoran” itu nanti dipungutnya lagi.
Satu dari F5 ini khawatir terlambat dan mulai berlari. Karena sekolah itu milik ayahnya Chi-soo menyuruh untuk santai karena dia pemilik sekolah. Balik ke formasi katanya.

Eun-bi diperkenalkan kepada staf pengajar sebagai asisten guru, dengan dua
guru wanita lainnya.  Eun bi kwatir bila bertemu Chi soo. Ia diantar ke kelas yang diajarnya Kelas 3-3
Eun-bi memperkenalkan dirinya dengan manis semua murid dan respon hangat murid laki-laki. Karena memang kelas khusus anak laki-laki.

Tapi
kemudian Chi-soo berjalan masuk. Eun-bi cemas. Chi-soo tersenyum. Eh, ini guru yang mengantar Eun-bi menghormati banget si Chi soo. Chi soo dengan pongah bersalaman seperti CEO dengan karyawannya.

Eun-bi mencoba menghilang ke
belakang dinding. Tapi Chi-soo bilang tidak perlu formal dan cukup memanggilnya Cha. Dan eh, pelan-pelan memutar kepalanya ke Eun-bi,
"atau ... kamu bisa memanggilku oppa..."
Hah?!! Murid kurang ajar guru kok manggil oppa ke dia.

Eun-bi
bertanya ke Dong-Joo tentang Chi soo. Dong-joo menjawab cepat -Chi-soo satu-satunya putra dan ahli waris Perusahaan Cha Sung.
Eun-bi menganga, "Cha Sung? Seperti Kopi Cha dan Hamburger Donald Cha itu? Ha?
Tapi tidak hanya itu saja Sekolah ini milik Cha Sung juga.
Dong-joo menjelaskan itu sebabnya mereka memanggilnya Hwanung.
"Hwanung dalam legenda sejarahCecar Eun bi, "Dong-Joo mengangguk ya. Dewa Hwanung mitologi asal muasal orang Korea.

Eun-bi memutuskan 
bertemu Chi-soo Bahwa ada kesalahpahaman dan dirinya sebagai intern  panggilan guru magang. Melihat guru magang mendatangi Chi soo keempat temannya Chhi-soo heran tentang kesalahpahaman apa yang terjadi. Chi soo mengejek, "Apa? Oh waktu kamu memanggilku oppa? Atau minta untuk berkencan denganku? " 
Eun bi menghela napas lega, senang karena Chi-soo tidak mempermasalahkan,ia menyelamatkan pekerjaannya, takut dipecat karena dianggap mengganggu pemilik sekolah. Eun bi bertemu pelatih lamanya Yuna Kim sewaktu main bola voli tapi berhenti.

Chi-soo dipanggil ke kantor kepala sekolah, atau 
malah tepatnya, diundang untuk minum teh, dan kepala sekolah. Dan Chi-soo berencana mengambil alih sekolah segera setelah dia lulus. Ya ampun. Siapa bisa disiplin kalau dia menjadi kepala sekolah?Di kelas, guru wali kelas meminta setelah salah satu dari anak-anak, Ayam Gila, Julukan Ba Wol tidak masukBa wol gemar makan ramen di restoran ramen ayah Eun biBa wol terkenal si troubelmaker di sekolah.
 
Eun bi ke toko ramen ayahnya dan melihat tulisan yang diukir diatas ramen. "Eun-bi bisa membuat ramen."
Ayah 
Eun bi keluar dari belakang, terpana melihatnya sudah 5 tahun Eun bi tidak datang. Dia bertanya-tanya mengapa Eun bi mual karena bau ramen.

Eun bi melihat sekeliling tidak ada yang berubah, kecuali Ibu tidak ada, ia sedih menyadarinya. Tapi Eun bi meletakkan tangannya di dadanya, bersikeras bahwa kalau Ibu ada di sini. Bagi Eun bi menjadi guru dan mengajar sangatlah penting baginya, dari pada ramen dan meminta ayah  untuk tidak membuat hal-hal yang sulit baginya.

Ba Wol si Ayam Gila mengadakan pertemuan puncak dengan geng lain dan menyatakan toko rameadalah zona netral, tapi ada perbedaan istilah dengan geng lain. Pertikaian hampir terjadi, Eun bi guru yang baik mencegah perkelahian dengan menarik tangannya dari belakang membuat Ba wol marah. Dia kaget karena tau Eun bi gurunya datang. Berubah jadi gembira. 

Ba wol berlutut memberi yoghurt sebagai tawaran perdamaian. Eun bi bertanya nama Ba wo cocok sebagai ‘ayam gilayang dibalas Ba wol nama Eun bi aliasnya Pot Perak. Segera mulutnya ditutup Eun bi.Hehehe.. mereka berdua keliatan kompak.

Ba wol berjanji akan datang ke sekolah mulai besok dan akan taat. Ba wol melihat dengan pandangan ‘ajaib’ karena Eun bi berubah gadis yang sebenarnya, dengan rambutnya dan mengenakan rok. Eun bi bertanya, "Apa yang Anda ketahui tentang gadis-gadis?"
Ba wol bercerita tentang pacarnya yang cantik. Yoon So-yi, di sekolah putri yang seorang balerina. Tapi tidak ingin ditanya lagi Ba wol mengajak pergi.

So-yi


Ditempat lain So yi ternyata pacaran dengan Chi soo(??) duduk minum kopi berdua. So yi sudah sudah dua tahun tidak bertemu Chi soo, dan bertanya Chi soo apakah dia tidak bertanya kalau So yi punya pacar. Chi-soo tidak peduli. Tak lama Chi-soo pergi meninggalkannya. 
So-yi pergi dari cafe kopi dengan Chi-soo ke cafe kopi dengan Ba wo ‘ayam gila’. So yi ngomong ke Ba wol " Oppaaa ... Chi-soo sudah kembali. Aku akan berkencan dengannya sekarang. Kita menjadi teman baik sajaKasian si ‘ayam gila’.
Eun-bi masih tinggal disekolah mempersiapkan pelajaran untuk besok. Ketika keluar lewat lorong mendengar keributan dari kelasnya.
Chi-soo dan Ba-wol 
berhadap-hadapan. Chi-soo bilang ini cara menyambut seorang teman yang dua tahun sudah tidak ketemu, dan Ba-wol mengoreksi kalau dia bukan temannya, jadi dia hanya menjauh dari So-yi.


Chi-soo langsung berubah. "Itu kau? Kau yang berkencan dengan So yi? Mereka mau berkelahi, tapi Chi-soo mengangkat tangan atas.
Ba-wol tahu dia tidak bisa berkelahi dengan Chi-soo dia menunggu tiga tahun, dia akan bersaing dengan dia saat itu. Chi-soo tertawa, "Tiga tahun?" Chi-soo maju ke papan tulis menulis kata. " jika kau berlari, aku akan terbang... kalau kau manajer aku jadi bos. Kalau kau menyewa apartemen maka akupemilik villa"
Eun-bi
jengkel melihatnya, Ba-wol langsung menyerang Chi-soo.

Tapi langsung terdengar sirene, helikopter, pemadam kebakaran. Sepertinya anak itu punya tim SWAT yang langsung datang ketika ditelepon? Hebat euy, kayak presiden sendiri yang dijaga khusus.
Presiden Cha mendapat penjelasan bahwa Chi-soo baik-baik saja.
(Selalu aja lagi mandi di hot tube!) Ayahnya mendapat penjelasan bahwa Chi-soo baik-baik saja. Ia mendapat laporan kalau toko ramen di dekat sekolah menolak dijual. Ayah bermaksud menahan mobilnya Chi-soo
Eun-bi dan Ba-wol di luar kantor polisi
. Chi-soo mengurus semua hal agar mereka bisa keluar. So yi datang menanyakan keadaan Chi-soo, dijawab tidak apa-apa, tidak mau bertanya keadaan Ba-wol tanya Chi-soo. 

Ba-wol mau pergi dan meraih tangan So-yi tapi dia menolak. Ba-wol menatapnya dengan tatapan menyedihkan dan So-yi perlahan melepaskan tangannya tanpa perasaan. Dia pergi dengan Chi-soo. Ba-wol remuk hatinya.

Di mobi Chi-soo menyebut kejadian tadi sebagai masa lalu. Tapi jika So-yi menyesal dengannya, dia bisa kencan dengan Ba-wol lagi. Plin plan deh..
Ba-wol bertanya apakah Eun-bi tahu betapa sulitnya menunggu seseorang di tempat yang sama, setiap hari. Eun-bi tahu seperti dirinya juga, bagaimana sulitnya untuk menunggu seseorang selama dua tahun, menghitung hari. "... Aku bisa membayangkannya..."
Chi-soo baru saja muncul dan dalam satu hari, dua tahun 
itu menjadi debu. Ba-wol menghela napas itu salahnya sendiri untuk menantang Hwanung
Ba-wol tersenyum kecil dan kemudian meraih Soju, yang didapatnya pukulan di kepala. "Aduh! SakitKasi tau aku dulu kalau kamu akan memukulku.He..h pasangan yang kompak... sama-sama diputus pacarnya.

Keesokan paginya Chi-soo pergi ke garasi
dan menemukan mobilnya tanpa roda. Dia berteriak menelepon ayahnya ada apa dengan ban mobilnya dan ayah menjawab kalau dia tidak boleh menaikinya dan harus naik bus atau taksi. Ini membuat Chi-soo ngamuk dan bertingkah anak-anak dengan merengek, "Perutku sakit Ayah!" Ih.. persis kayak anak kecil kalau mainannya rusak!

Eun-bi keluar dan
menghentikan taksi takut terlambat. Akhirnya dengan berani berdiri di tengah jalan supaya taksi berhenti. Dan siapa yang di dalam? Chi-soo ternyata.
Didalam taksi Eun-bi bertanya bagaimana ia bisa mencuri pacar temannya seperti itu. Dengan cueknya Chi-soo menjawab, "Aku menyuruhnya untuk berkencan dengan Ba-wol juga. Sampai sekarang ini Kami baik-baik saja"

Eun-bi terkejut mendengarnya. Taksi berhenti. Eun-bi bermaksud berbicara lebih lanjut karena So-yi telah mengencani mereka berdua dan mengajak bicara lebih lanjut. Tapi Chi-soo menahan dengan kedua lengannya.
Chi-soo: "Kau bilang dia menipu?" Dia berdecak "Ck,ck,ck, Ada banyak istilah yang bisa digunakan, seperti lelang publik."

Eun-bi: "Lelang Publik? Maksudmu seperti pasar ikan!" Dia mencoba menjelaskan kalau Chi-soo masih muda dan tidak mengerti cinta...

Eun bi bersandar di dinding. Kesempatan Chi-soo menekan dan ia tersenyum mendekatkan dirinyaChi-soo bertanya apa maksudnya waktu itu, memintanya untuk kencannya. Eun-bi membantah kalau itu kesalahannya karena mengira Chi-soo seperti orang kantoran.


Chi-soo: "Itu.. menurutku bukanlah kesalahan." Dia meletakkan tangannya ke wajah Eun-bi, membelainya. " Tahi lalat ini benar-benar cantik, kau tahu itu?" Hatinya mulai berdegup kencang. Ia bersandar di didinding menanti sebuah ciumanmenutup matanya.


Bel sekolah berdering. Eun-bi memajukan bibirnya menanti dikecup... Tapi kemudian Chi-soo malah mencium dahinya Eun-bi. Chi-soo melemparkan senyuman dahsyat megawattnya.



Chi-soo: Apakah kau melihat, hati kita berdua?
Eun-bi: Ya.
Chi-soo: Ini sederhana dan mudah, kan?
Eun-bi: Ya ... apa?
Chi-soo: 
guru magang, hanya dalam dua hari sejak kamu dicampakkan si Balon Air... kamu sekarang sudah seperti ini denganku.
Eun-bi: 
A..apa?
Chi-soo: Hati
.. adalah hal yang termudah dipengaruhi di dunia ini. Jika kamu menutup mata sekali, maka hati membukanya. Tidak seperti sebuah pintu putar, tapi seperti komidi putar... sesuatu yang banyak orang dapat berbagi dan naik bersama-sama dengan gembira.


Eun-bi mencoba berdiri tegak, "Chi-soo gun ..."Tapi Chi-soo kembali membuatnya bersandar ke dinding. "Jika kamu mengacaukanku sekali lagi ... aku benar-benar akan ..." geraman-nya berubah kembali menjadi senyuman lebar, "Lalu aku benar-benar akan mengencanimu."
Ow,ow... nakal .. mengganggu guru magang yang jomblo!

Tidak ada komentar: